Tempat Wisata Bersejarah Tempo Doeloe di Jakarta – Bosan dengan tempat wisata di Jakarta? Jangan khawatir, di Kota Metropolitan ini Anda akan menemukan aktivitas edukasi yang seru disertai dengan aktivitas edukasi yang seru. Lebih baik lagi, keluarga, teman, kerabat,

Dari zaman penjajahan Belanda. Kota tua ini dirancang sebagai pusat komersial Asia. Karena di Batavia, barang dalam dan luar negeri mengalir keluar masuk. Lokasi destinasi wisata populer ini tak heran jika tak jauh dari pesisir pantai Jakarta.

Tempat Wisata Bersejarah di Jakarta

1. Museum 3D Kota Tua

Magic Art 3D Museum. Wahana Wisata Photography yang Meramaikan Kawasan Wisata Kota Tua, Jakarta. - Annie Nugraha

Meski hampir semua bangunan di kawasan ini bernuansa klasik, bukan berarti Anda hanya akan menemukan hal-hal membosankan di sini. Karena kota tua bukan hanya sekedar bangunan bersejarah. Kota tua ini telah disebut Museum 3D selama ribuan tahun.

Sesuai dengan namanya, pengunjung museum mengambil foto-foto menarik dengan berbagai macam background Instagram. Pengelola Laut Hewan Seperti biasa. Kengerian

Museum 3D sendiri merupakan salah satu tempat wisata terbaru di Kota Tua. Tur dibuka untuk umum pada 7 Desember 2018. Tapi jumlah pengunjung di sini sangat tinggi. Setidaknya 800 orang mengunjungi museum 3D setiap hari.

2. Jembatan Kota Intan

Di Balik Misteri Jembatan Kota Tua Jakarta Barat : Okezone Travel

Jembatan ini merupakan salah satu jembatan modern yang paling menarik, Diamond Bridge. :

Warna merah dan arsitektur yang unik menjadi daya tarik utama dari jembatan yang juga dikenal sebagai Jembatan Pasar Ayam. Maka tak heran jika Anda sering menggunakan Diffict Bridge sebagai background foto Instagram.

3. Toko merah

KISAH: Toko Merah Glodok, Jeritan Pilu Pembantaian & Perbudakan Zaman Belanda : Okezone Travel

Toko Merah pernah menjadi situs warisan budaya Tionghoa di Jalart Kali Besar, kota kuno Jakarta. Bangunannya benar-benar bergaya Eropa dan sangat nyaman.

Selama masa penjajahan Jepang, Toka menggunakan Merah sebagai layanan medis militer Jepang. Setelah transisi, negara ini ditetapkan sebagai Situs Warisan Budaya pada tahun 1990, ditetapkan sebagai Situs Warisan Budaya pada tahun 1990, dan ditetapkan sebagai Situs Warisan Budaya pada tahun 1990.

Bagi para traveller, Toko Merah tidak hanya menjadi objek tetapi juga menjadi latar belakang fotografi yang menarik. Jadi ketika Anda berkunjung, jangan lupa untuk mengambil foto sebanyak-banyaknya.

4. Museum Seni Rupa dan Keramik

Sentuhan Baru Museum Seni Rupa - Seni - koran.tempo.co

Sebuah museum seni yang dibangun pada tahun 1870 oleh seorang arsitek Belanda di Gedung Pemerintah di Nevada Timur.

Pada tahun 1977, setelah terjadi perubahan operasional dan kepemilikan, Gubernur Ali Sadikin membuka Museum Seni Rupa dan Keramik.

Di museum ini, sekitar 350 pengunjung dari Indonesia, Eropa, Asia dan tempat lain dapat menemukan berbagai lukisan dan keramik. Ini terbuat dari keramik abad ke-14 di Majapahit.

5. Museum Bahari

Museum Bahari - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Museum Bahari memiliki banyak era dan tempat yang berbeda. Yang tertua adalah yang tertua pada tahun 1652, yang terakhir pada tahun 1771, yang terakhir pada tahun 1771, yang terakhir pada tahun 1771, yang terakhir pada tahun 1771, yang terakhir pada tahun 1771.

Saat ini, Museum Bahari memiliki beragam koleksi pertahanan laut dan laut negara kita. Jadi ketika Anda sampai di sini, perahu motor; senjata

6. Museum Wayang

Museum Wayang Jakarta, Alternatif Tujuan Wisata Budaya dan Edukasi di Kawasan Kota Tua Jakarta

Hal yang paling menarik dari museum ini adalah koleksinya. Selain menyimpan wayang kulit asli Indonesia dan Kamboja, museum ini juga menyimpan berbagai boneka dari negara-negara seperti Susum.

Awalnya disebut Hollandsche. Gedung ini dibangun pada tahun 1640.

7. Museum Bank Indonesia

MUSEUM BANK INDONESIA, AYO KENAL LEBIH DEKAT - Berita Harian BUMN

Museum Indonesia adalah salah satu tempat favorit saya untuk dikunjungi di Jakarta. Bangunan megah dan klasik ini awalnya dibangun sebagai rumah sakit namun diubah menjadi gedung De Javellhe Bank (DJB) pada tahun 1828.

Dibuka pada tahun 2006, Museum Indonesia, sebuah situs warisan budaya, merupakan tambahan yang indah untuk eksterior bangunan. Pada saat yang sama, Anda akan disambut di sebuah ruangan dengan kacamata yang indah. Setidaknya 324 pigmen lainnya terdaftar di sini.

Semua ini dilakukan di Belanda antara tahun 1922 dan 1935. Menariknya, hanya satu sertifikat RP yang diperlukan untuk masuk ke museum. 5000.

8. Museum Fatahillah

Museum Fatahillah - Sejarah, Alamat & Harga Tiket Masuk

Terletak di tengah kota tua. Museum klasik ini memiliki sekitar 23.500 karya asli dan replika. Di sini Anda akan menemukan benda-benda termasuk Pajajaran dari Pajajaran dan sejarawan lain dari Pajajaran dan sejarawan lain dari Pajajaran.

Daya tarik utama museum ini adalah taman di sebelah timur. Taman ini sering dijadikan HUB bagi wisatawan yang berkunjung ke kota tua. Maka tidak heran jika saat Anda mengunjungi museum, Anda akan menemukan aktivitas yang menyenangkan di lapangan.

Jika Jika Anda tertarik untuk melihat lebih dekat peninggalan sejarah di museum ini, belilah tiket seharga RP. Biayanya sekitar 2000. Jangan lupa untuk menangkap setiap kali Anda berada di sini.

9. Art Street

FOTO: Menikmati Suasana Seni di Street Gallery Art - Lifestyle Liputan6.com

Kemuliaan kota tua adalah bangunan klasiknya. Di sini Anda dapat mengalami lingkungan yang unik dan menyenangkan. Salah satunya berisi beberapa ide menarik dari seniman jalanan.

Tidak seperti seniman jalanan, seniman lebih kreatif di tempat lain. Pameran MIME; Artis; Bahkan para makelar dan cosplayer pun bisa menemukan berbagai street art yang menarik. Yang paling menarik dari semuanya adalah kursus cosplayer.

Pasalnya, para tamu kerap diundang untuk berfoto bersama artis dengan kostum yang beragam. Kehadiran street art di Kota Tua berbeda dengan dukungan dari pemerintah setempat. Tidak tersedia Selama bertahun-tahun, pemerintah telah membantu seniman di KOTA TUA. Salah satunya adalah program Gallery Art Street.

10. Pelabuhan Sunda Kelapa

Pelabuhan Sunda Kelapa Jadi Gelanggang 'Perang Salib' | Republika Online

Daya tarik wisata baru ini merupakan cikal bakal kota lama Jakarta. Pelabuhan ini memang belum lengkap masa hidupnya, namun banyak wisatawan yang tertarik untuk menjelajahi Sunda Kelapa. Di sini pengunjung dapat melihat ujung dunia yang legendaris.

Kapal phinisi sendiri merupakan kapal angkut niaga yang telah digunakan selama berabad-abad. Setiap penumpang harus membayar 2.500 tiket untuk masuk ke pelabuhan. Harga ini belum termasuk parkir

Baca Juga : Mengetahui Sejarah Tentang Sains